Inspiration fro…

Inspiration from Point Blank

“POINT BLANK HEAD SHOT:

Ready Yourself For Heavy Fire
(Siapkanlah Dirimu Untuk Tembakan Berat)

Baca, dengarkan, perhatikan dan pelajarilah petunjuk dari yang lebih tahu.

Jangan ikut-ikut orang bodoh yang suka mencela orang pandai, atau orang fakir yang suka menyombongi orang kaya, atau orang mursal yang suka mengharamkan kebaikan orang lain.

Memang tidak semua orang tua lebih bijak darimu, tapi dengarkanlah nasihatnya.

Memang tidak semua orang kaya lebih jujur darimu, tapi perhatikanlah petunjuknya.

Memang tidak semua orang berpendidikan tinggi lebih canggih darimu, tapi resapilah pelajarannya.

Jangan sampai kesombonganmu menjadi bumerang yang meledak di wajahmu, saat engkau ditanya – mengapa engkau yang lebih sok berkomentar – masih belum jadi apa-apa?

Jika engkau tak mau mendengar nasihat, memang engkau merasa sudah jadi apa?

Apakah engkau bisa selamat jika orang tuamu berhenti membiayai kehidupanmu yang masih banyak sia-sianya itu?

Kapankah engkau mulai membebaskan orang tuamu dari beban mengurusi dirimu yang tak kunjung tegas memulai kehidupan yang baik bagi dirimu sendiri?

Sudahlah, jangan membantah lagi, jangan banyak alasan lagi, jangan menyalahkan orang lain.

Jangan lagi bilang ‘ngomong itu gampang,’ karena omonganmu juga belum menjadikanmu apa-apa.

Jangan lagi bilang ‘ngelakuin lebih susah daripada ngomong’ kalau engkau hanya ngomong dan tidak ngelakuin.

Hayo, mau membantah dengan alasan apa lagi?

[Taking heavy fire, need assistance !!!]

He he … I love you guys.

Semua nasihat di atas sudah saya dengar di masa muda saya, point blank ke wajah saya atau disindirkan – tapi tetap head shot, karena saya dulu anak muda yang malas tapi suka mencemooh, minder tapi sombong, pemimpi tapi penakut, sering merasa yakin tapi cepat menjadi ragu, dan banyak rencana tapi dibatal-batalkannya sendiri.

Saya sempat panas di telinga dan di hati saat menerima heavy fire seperti itu, tapi saya segera reload dan bangkit menjadi pribadi yang lebih tegas memulai kebiasaan baru yang lebih baik, dan lebih ikhlas meninggalkan kebiasaan buruk yang hanya membuat saya gelisah dan minder.

Setelah itu saya berdiri tegap dan melangkah gagah, lalu saya katakan kepada Tuhan:

Dear God, permission to tag along.

Mohon ijin untuk ikut dalam kehidupan yang tegas, yang gagah dan berani.

Saya dilahirkan untuk menjadi pemenang.

Saya tidak boleh hidup sia-sia berleha-leha dalam kebiasaan lemah para pencundang.

I was born to win!

Mario Teguh – Loving you all as always

———————-

Glossary:

Point Blank = tembakan jarak dekat.
Head Shot = tembakan ke kepala.
Reload = mengisi amunisi (ulang).
Taking heavy fire, need assistance = sedang menerima tambakan berat, perlu bantuan.
Permission to tag along = ijin untuk ikut.”

Mario Teguh
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s