aku memang belum pantas.

aku memang belum pantas mengaturmu

aku juga belum pantas memerintahmu mengikuti perintahku

aku belum pantas pula untuk memaksamu mengikuti jalanku

aku bahkan tidak pantas mengatur kehidupanmu agar semua sesuai keinginanku

 

tapi ….

 

aku melakukan ini bukan karena aku

aku melakukan ini bukan karena nafsuku

aku melakukan ini bukan karena egoku

aku melakukan semua ini…

karena aku masih ingin melihat seberkas cahaya yang akan menyambutmu dewasa nanti

karena aku tak ingin melihatmu berdiam diri di sebuah ruangan kosong seperti ini

 

aku ingin kau melihat bagaimana indahnya dunia di luar sana

mungkin keras, tapi setidaknya kau sudah merasakannya ketika saat ini

 

janganlah kau pikirikan rugi atau tidaknya

karena jika kau tulus ,

tak ada kata rugi dalam kamus hidupmu.

Puzzle ini belum selesai.

Kukira aku telah menemukan puzzle baruku, ternyata masih ada puing-puing puzzle yang ku kira telah selesai.

Bayangmu masih berada di depanku dan tak dapat hilang entah sampai kapan.

Mata dan rambutmu masih membuat decak kagum di hatiku.

Kala itu ku tak sengaja melihatmu dari dekat.

Andai saja aku tak memberikannya lewat perantara

Bila ku langsung memberikannya kepadamu, mungkin kau sudah kumimpikan selama seminggu

Aku tak tau mengapa hatiku masih membiarkan puzzle ini berkembang.

Entah sampai kapan.

Akankah berujung,

atau tiada batas

dan kusadari…

aku melupakan puzzle yang baru dan melanjutkan puzzle yang lama.

Reflection

image

Alhamdulillah.. Hampir tiga tahun sudah kujalani dengan keluarga ini. Tiga tahun berturut-turut pula keluarga ini dipimpin oleh seorang wanita. Sampai sekarang aku tak pernah menyesal “tercemplung” dalam dunia pramuka. Dari sini aku belajar betapa pentingnya dukungan keluarga sangat mempengaruhi semangat dalam segala hal. Dari sini pula aku sadar bahwa keluargalah kita kembali, menumpahkan segala cerita kita, dan di keluargalah kita mendapatkan kedamaian. Didalam keluarga, sejauh ayah dan ibu pergi, mereka pasti kembali untuk menengok anaknya,mereka tak akan membiarkan anaknya terbengkalai apalagi salah jalan. Meskipun sudah menjabat sebagai “alumni” bukan berarti tanggung jawab mendorong adik”nya hilang, justru sebaliknya, amanah yang dipegang semakin berat. Buat apa setiap hari Sabtu selalu datang namun hanya duduk-duduk? Maka tetaplah berdiri dan kerahkan segala kemampuan yang kau punya dan bimbinglah semampu kalian karena jangan kau putus ilmu yang kalian punya.

long time no post

SMA.

Dulu ketika kelas 2 SD aku berpikir apakah aku akan mengenal rasanya SMP dan SMA yang sekiranya akan kurasakan 7-8 tahun kemudian dan sekarang hal itu sudah menjadi 8 tahun yang lalu. Waktu cepat berlalu. Sangat banyak orang yang kukenal di dunia ini. Mereka datang dan pergi dalam hidupku, namun satu yang aku pertanyakan, mengapa mereka selalu pergi disaat yang tidak tepat, dimana semua orang sedang membutuhkan keberadaannya, mereka lebih memilih untuk melepas dan pergi. Banyak hal yang sudah kulalui selama aku hidup(meskipun lebih banyak orang tuaku *yudonsay*) ,terutama selama 2 tahun lalu, dan lebih penting lagi semenjak 6 bulan yang lalu yaitu ketika aku menginjak dunia “SMA”. Banyak kehidupanku yang mulai berubah. Dimana prioritas benar-benar dibutuhkan dalam membagi waktu di kehidupan “nyata” dan dimana orang-orang mulai mengatur strategi dalam “membangun” kehidupan yang besar dan tentunya bukan hanya kualitas, namun kuantitas, yap “berkualitas”

Remember: Maxie

MAXIMUS

“Kami Aksel Angkatan XI Maju Untuk Sukses”

Mungkin kepanjangannya radak “hm” ketika pertama kali mendengarnya,

tapi sekarang aku sadar, kalimat itu secara tak langsung menyemangatiku untuk meraih impianku.

Untuk apa kalimat itu dibuat kalau bukan mimpi sebuah kelas berisi 18 orang yang dipertemukan dari 9 kelas dan bergabung menjadi satu sejak Agustus 2012.

Pertama kali kita bertemu memang diem-dieman kayak orang ketakukan , gaberani lihat kanan kiri (dikira setan kalik ya… )

Terus perkenalan di depan kakak kelas Axsebix, habis itu foto sama Bu Wiwik sama Mbak Senda, terus pas pelajaran pertama bahasa inggris sama (Almh.) Bu Herlina, kita disuruh perkenalan diri terus kenalan sama 4-5 orang dikelas itu baru agak rame………… tapi masih jaim, aku pun masih gakk. banyak. polah. kayak. se.ka.ra.ng. oke.

Habis itu besoknya ada kakak kelas arsenix udah lulus, banyak yang masuk smala, ngelihatnya itu “wuuiihh smalaa” udah gitu ada yang masuk aksel,,, kurang pinter apa coba…….. Kita perkenalan diri , dan selalu ditanya kenapa pengen masuk aksel-_- sekalian dijawab pengen cepet buka terop aja kali ya(?)

Tiga bulan udah jalan , ido yang pengen keluar udah lumayan betah lah, cowok cuma dua, kocak semua, ganteng semua(lol) , yang pasti pinter semua lah, tapi,, nakal juga,sama-sama banyak polah, sama-sama tinggi *masih tinggian bintang*, sama-sama berkulit sawo matang(bukan kulit manggis yang kini ada ekstraknyaaa,ekstrak mereka belum dikeluarkan kok *opo iki*), tapi satunya sudah menjalin cinta selama 1,5 tahun, satunya mau jomblo sampai nikah, satunya rumahnya wiyung, yang satu ketintang, satunya anak kedua, satunya anak pertama.

Satu kelas udah gak jaim lagi, yang aslinya kelihatan, yang dulu duieeem muka polooossss, eh ternyata ngomongnya banyak, banyak polah, kolenk, dsb. (termasuk saya). Satu kelas ruaamee kayak pasar masio 18 anak ………..sudah biasa. Nyanyi lagunya d’masiv dislanjut lagu” gaje lainnya…………..sudah biasa. Ganti baju bareng” dikelas…………….sudah biasa. Telat pas OR sampe dimarahi……………………….sudah sering. Eyel-eyelan gara” kalo lagi cari makanan………..sudah biasa-_-. Meja & kolongnya buku tok……..sudah biasa *ketok malese*, tapi ngene-ngene gatau contekan rek, nek contekan terang-terangan , ijin sek karo guru =))*true story pas geografi sama Pak Weka aka Papi kita yang masih  muda. Harusnya kita ulangan tapi beliau nggak ngasih tau dan pada hari itu ada 3 ulangan akhirnya dibolehin buka buku :”).

Dimarahi guru sana-sini ,sudah biasa,  yaudah pasrah, didengerin, minta maaf, tapi sedih se pas denger Bu Wiwik pindah , gak ada yang ngingetin lagi buat mbersihin kelas, gak ada yang ngingetin buat ndengerin guru, sepi rasanya. SEPI. Habis itu wali kelas yang harusnya beliau digantikan oleh Bu Ainun aka Mami kita tercinta. Mami yang cantek sekali tak kalah cantek dengan Bunda ( Bu Wiwik) , Mami juga sabar, tapi kalo marah ya medeni se…………

Kelas baru, guru juga baru, ketemu Pak Win(aka Papi Win), yang kalo pelajaran selalu diselingi dengan pembicaraan,,,tapi asik sih , kalo anak-anak rame pas beliau ngomong, selalu bilang “ssshh,sssshh” dan Ido beraksi melanjutkannya-_-

Kelas 9 semester 1 yang super edan cuma 3 bulan gara-gara harus ngikutin kelas yang lain gak kerasa sama guru yang super-super asik & kilat tapi nyantol + temen-temen yang menjadi bahan refreshing kami, yang selalu keluar pas istirahat buat shalat bareng atau ngantin bareng meskipun kelas ada di lantai 3 mojok sendiri.

Bukan berarti 2 tahun isinya belajar tok, buktinya masih ada yang ikut lomba cheer pas wisuda, masih ada yang bisa ikut lomba pramuka masio H-1 Usek, masih ada yang bisa pergi H-20 UN. Kami gak mau dibilang kuper masio kami pisah sama angkatan kami yang asli, masio kelas kami yang mojok itu, masio kami dikejar tugas, tapi kami selalu kenal sana-sini bareng-bareng, masih mau senyum sama Pak Sugeng dll, masih mau salim sama guru, masih mau nyapa temen lama kita.

Kita bareng-bareng belajar UN, bareng-bareng main pas jamkos, bareng-bareng ke kantin, ditraktir Mami baksonya Mamik, H-1 UN yang pas itu Vonny akhirnya membatalkan puasanya-_-ckckckk,

Habis UN selesai kita masih ketar-ketir gimana hasilnya, masih harus dilanjutin belajar buat persiapan TPA bulan depannya, sama-sama nyemangatin, les sana-sini, tuker-tukeran soal, dll.

Pas H-2 hasil UN keluar , ternyata sekolah udah dapet hasilnya, tapi gara-gara Mami perjalanan pulang , kita nunggu sejam-an sampe jam 11, tapi sebernya aku sudah tau duluan dari Bu Endang, alhamdulillah 36,85 , jauh banget se, dari harapan ,tapi rata” 9 udah alhamdulillah, nilainya anak” juga bagus” , dan lagi” Manda yang nilai UN SD-nya tertinggi se-Seurabaya, dia tertinggi lagi di kelas , 38,05 (yang penting tertinggi lagi ya-_-). Pertamanya sedih soalnya Mayvi dan Tetes nilainya gak bisa daftar kawasan , tapi setelah ada klinik tongfang………… oke salah, setelah Mendikbud surabaya baik hati , nilai minimal masuk kawasan diturunin, akhirnya satu kelas bisa daftar kawasan, alhamdulillah…… Terus, semua pilihan 1 smala,  termasuk IDo yang aslinya pengen masuk smadda-_-, pilihan 2nya beda, beda, ada yang 2, sama 6. Pas hari H tes TPA itu ya soalnya lumayan karena gak bisa ditebak, cuma bisa berdo’a , minta yang terbaik sama Allah,dan pengumuman dimajukan pukul 12.00 yang harusnya pukul 24.00 esok harinya , alhamdulillah 14 dari kami bisa masuk smala, tapi kita harus berpisah dengan 4 kawan kita, tantre, vonny, rania di smada, dan mbak cantik aka mayvi dia smanam, sedih POLLLLLLLLLLLLLL. Sampe di grup itu chat seketika cerubah melo teruz zampe detik ini. ciyuz. masio mbahas yang laen juga, tapi mesti keinget pengen mbalek sak kelas lagi yaAllah “) apalagi tetes yang nggarai galo sak abad gegara dia pindah ke Bandung , ngerelain smala-_,-.

Terakhir bareng-bareng pas liburan ke Museum Angkut sama BNS, pake varsitynya Maxie, ya masio gak ada foto lengkap gegara tata gabung sama oasis yang juga kali terakhir baginya *siwak tata* , endingnya dia nangis di bis pas berangkat ke BNS terus telat turun_–_

Ya, yang ku harapkan saat ini adalah semoga kita semua sukses di sekolahnya masing-masing, sampai nanti kuliah dan seterusnya hingga akhir hayat. Semoga pula kita masih bisa kumpul bareng, minimal ke spensa cangkruk like a boss lihat adek kelas sebagai alumni *yo gak ngono bil, iku sombong* -_- oke, ya cangkruk nostalgia sama Pak Sugeng dan guru-guru lainnya, modus juga sekalian, dan selalu menjalin hubungan hingga akhir hayat ya rek… dan semoga Tuhan melancarkan sekolah dan jodoh kita… Aamiin.

 

PS: mungkin iki gak puitis, mungkin iki gak romantis, tapi iki asli tekan lubuk hatiku yang paling dalam lho rek.

 

23.23 Jum’at, 1 Agustus 2014

Kado Istimewa

Hai, namaku Gerald. Aku berumur  14 tahun. Tinggiku 172 cm,aku punya tanda lahir dilengan kananku berbentuk G. Aku tinggal bersama Bibi Mori dan Paman Mogi di desa Sukarata. Beliau memiliki suara yang merdu dan badan yang gemuk. Mereka adalah orangtua angkatku. Bibi Mori pernah bercerita padaku, aku ditemukan di pinggir jalan saat beliau ingin pergi ke pasar ditengah panasnya siang hari. Aku diletakkan di sebuah ranjang besi ,dibuntal selimut tipis,dan mukaku sangat merah akibat terpanggangteriknya sinar matahari. Dibawah ranjangkumada pesan yang berisi : rawatlah anak ini,beri nama Gerald,suatu saat,aku aku akan menjemputnya.Aku tak tahu apa yang ada dalam pikiran orangtuaku. Mengapa mereka tega menelantarkanku dipinggir jalan dan meninggalkanku,serta membuat janji yang tak pasti. Aku ingin bertemu mereka.Akan kupeluk mereka setelah aku tau mengapa mereka berbuat seperti itu kepadaku.

            Besok umurku bertambah. Bibi dan Paman selalu merayakan ulang tahunku setiap tahun. Beliau mengajakku ke luar kota,membelikan baju atau sepatu baru,dan pastinya bibi membuatkan kue ulang tahun yang rasanya sangat enak. Beliau mengangkatku sebagai anaknya karena beliau merasa kasihan trrhadap kondisiku yangterlantar dan Bibi Mori yang tidak dapat hamil akibat terlalu gemuk. Maka dari itu,beliau selalu menyayangi dan menjagaku seperti anak kandungnya sendiri.

            Kiacauan burung menyambut pagi ini.Jarum jam menunjukkan pukul 06.30 yang artinya lima belas menit lagi bel sekolah berbunyi. Aku langsung bergegas mandi dan menggati pakaian,mengambil bekal sarapan,pamit kepada bibi dan paman,dan langsung berangkat. Sekolahku berada di belakang rumahku. Aku hanya butuh waktutiga menit untuk berjalan kaki,tapi Paman Mogi selalu bilang,bukan berarti hanya butuh3 menit untuk jalan kaki kesekolah,selalu bangun kesiangan. Harusnya bisa lebih datanglebih awal daripada yang lain. Yayaya,aku selalu mengingat ingat pesan Paman,tetapientah kenapa hanya dua sampai tiga kali dalam seminggu aku bisa bangun pagi.Itupun bangun jam  6.

            Sampai di sekolah pukul 06.40,aku langsung mengambil tempat duduk dibelakang-pojok-kiri. Itu juga karena aku terlambat datang. Entah kenapa,sampai belistirahat berbunyi,teman-temanku tidak ada satupun yang menyapaku, begitupun Eliana,sahabatku. Sewaktu kutanya besok ada tugas apa,dia hanya melihatku lima detik dan meninggalkanku ke kantin begitu saja. Ketika bel masuk bunyi, pelajaran fisika dimulai. Aku paling suka pelajaran ini, Bu Hety gurunya. Beliau sangat sabar dan sangat berinteraktif pada muridnya. Tapi aku terkejut,tiba-tiba beliau datang dengan raut wajah dingin,kemudian menyuruh semua siswa mengeluarkan tugas yang telah diberikan 3hari yang lalu. Aku tidak tahu apa-apa,seingatku beliau tidak memberiksn tugas apa-apa. Saat beliau ke mejaku dan menanyakan “mana tugasmu Tuan Mogi Gerald?!” “mohonmaaf,tugas apa,Bu?” “Apa yang kamu katakan?!Tugas apa?!Berdiri di lapangan danberi hormat pada bendera sampai bel pulang berbunyi!”. Aku tak tahu harus apa,maka aku menuruti perintah beliau. Aku berjalan ke lapangan dan kudengar semua warga sekolah menertawaiku. Saat aku berdiri di tengah lapangan tepat pukul 12 siang,kulihat seorang ibu yang masih muda yang tak pernah kulihat,tapi entah mengapa sepertinya aku mempunyai ikatan batin dengannya,beliau melihatku sinis,tapi ku alihkan pandanganku ke arah bendera.

            Akhirnya bel sekolah berbunyi tepat pukul 1 siang.Aku langsung kabur kekantin untuk membeli makanan dan minuman. Ketika aku berjalan menuju kantin,tiba-tiba Eliana memanggilku dari lantai 2, aku mengacuhkannya karena seharian aku tak dianggap. Tiba-tiba tepung dan air jatuh dan membasahi sekujur tubuhku. Kulihat keatas,ternyata ada Bu Hety dan teman-teman sekelasku,seketika itu Eliana turunmemberiku kue ulang tahun dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepadaku. Akulupa hari ini hari ulang tahunku! Dan aku tahu kenapa hari ini begitu sial bagiku.

            Setelah Eliana bernyanyi, semua teman-teman dan guruku turun memberikanselamat kepadaku. Selain itu,ada yang memberiku hadiah. Aku sangat bahagia danberterima kasih kepada mereka.

            Aku dijemput Bibi dan Paman pukul 3 ,aku sudah bersih dari tepung danternyata bibi dan paman juga mengetahui kejutan yang diberikan padaku,sehinggamereka mejemputku lebih sore. Kali ini,aku naik taksi dan langsung pergi menujubandara. Biasanya ke stasiun,entah kenapa kali ini ke bandara. Ternyata bibi dan pamanmengajakku ke Paris! Wow! Aku sangat terkejut,mereka sangat baiiikk sekali . Pesawatberangkat pukul tujuh malam,sehingga kami makan malam di bandara. Ketika dipesawat,aku bertemu wanita yang aku temui tadi siang. Beliau menatapiku,tapi aku acuhtak acuh terhadapnya.

            Pukul 3 sore di Paris kami tiba. Kami menginap di hotel San Lou’tr tepat didepan menara Eiffel! Aku tak akan melewatkan momen-momen terindah dalamhidupku,sehingga aku berfoto-foto lewat jendela,karena itu sudah hampir malam.Malam itu kami tidak kemana-mana,karena kelelahan di pesawat dan besok kami akanberekreasi ke menara Eiffel,sehingga kami butuh istirahat yang cukup.

            Pagi pun tiba. Aku tak sabar ingin melihat Eiffel dari jarak dekat dan inginmelihat pemandangan kota Paris dari puncak menara Eiffel. Setelah semua sudah siapdan Bibi sudah menyiapkan makanan yang akan dibawa,kami berjalan kaki menujumeara Eiffel. Kami mencari tempat yang strategis untuk sarapan,melihat pemandangan,dan tentunya untuk foto. Ketika kami selesai makan,dan barang-barang sudahdibereskan,kami langsung memasuki bagian menara Eiffel,karena aku terlalusemangat,aku berlarian,dan Bibi kelelahan,sehingga bibi memanggilku. Aku langsungberhenti dan berjalan pelan-pelan disamping bibi. Saat kami tiba di puncak Eiffelkulihat pemandangan Paris yang sangat indah! Aku berfoto-foto bersama bibi danpaman. Hampir satu jam aku berdiri disana,dan akhirnya kami harus turun karenapaman ingin buang air kecil. Karena perjalanannya lama dan tidak menemukan kamarkecil,akhirnya paman ngompol dan kami terpaksa harus segera kembali ke hotel.

            Setelah sampai di hotel,aku bwrbaring di kasur dan melihat hasil jepretanku.Bibi membantu paman membersihkan celananya. Tiba-tiba,ada yang mengetuk pintu.Ketika kubuka,ternyata wanita yang ku lihat tadi. Dia menyapaku “Hai,” “Haijuga,maaf,mau bertemu dengan siapa?” “a aa aa,, apakah namau Gerald?” “i ii  iiya,ibusiapa ya?” “ooh,Gerald…. Kamu anakku ! Kau sudah tumbuh dewasa nak! Lihatbadanmu! Tinggi seperti ayahmu, dan lihat lenganmu! Ada tulisan G . Aku adalahibumu naaakk. Aku minta maaf karena telah menelantarkanmu 15 tahun yang laluu,”.Beliau yang tadinya biasa saja sekarang berlutut dihadapanku. Aku diam tak tahu apayang harus kulakukan . Aku terkejut,apakah aku harus percaya atau tidak. Bibi yangsudah selesai membantu paman langsung menyuruh kami masuk dan memenangkan ibutadi. Bibi menghidangkan teh hangat agar emosi ibu tadi menjadi tenang. Setelah itubibi dan paman mengajak berbicara. Sebelumnya paman menyuruhku menghindar,jadiaku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Setelah pembicaraan selesai,bibi memanggilku.Bibi mengenalkanku pada ibu tadi. Ibu itu bernama Ibu Ratih. Ibu itu baru saja menjadiguru seni tari di sekolahku,jadi pantas saja kemarin aku melihatnya. Bibimengatakan,beliau adalah ibu kandungku yang sebenarnya. Ibu itu menunjukkan foto-foto ketika aku masih bayi ,sebelum aku dibuang. Di foto itu memang benar,ada tandalahir di lengan kanannya. Sama sepertiku. Seketika itu aku air mataku jatuh. Aku taktahu harus berbicara apa. Akhirnya aku menanyakan “mengapa ibu tegamenelantarkanku di jalanan?” ibu menjawab, “nak,maafkan ibu. Ketika itu ayahmumeninggalkan ibu . Dia memilih pekerjaannya sebagai fotografer daripada ibu. Ibu takpunya uang untuk mencukupi kebutuhanmu. Ibu cuti dan tidak diberi uang untukmerawatmu nak.. Jadi ibu tinggalkan engkau di pinggir jalan dan berharap ada yangmengadopsimu.. Dan sekarang… Syurlah kamu tumbuh sehat… Terima kasih tuan yangtelah merawat anak saya… ” belum selesai bicara,aku memotong perkataan ibu “tapikenapa harus dibuang dipinggir jalan buuu…? Kenapa tidak kau titipkan aku di pantiasuhaann? ” “panti asuhan biayanya mahal nak,… Ibu tak bisa membayarnya…” seketikaitu Bibi Mori yang dari tadi menangis langsung membuka mulut “Sudah! Begini saja.Gerald. Sekarang kamu dan ibumu sudah bertemu. Ibumu sudah menjelaskan mengapabeliau meninggalkanmu. Beliau meminta maaf padamu. Beliau yang melahirkanmu.Kau tak sepantasnya berbicara kasar seperti itu nak… Maafkanlah ibumu…” “baiklaahbii,bu.. Aku maafkan apa yang anda lakukan… Tapi saya punya satu permintaan daningin Bibi dan Ibu kabulkan.. ” ibu menjawab “apa saja yang kau minta ibu akanlakukan demi anakku Gerald” “bibi dan paman juga akan menyanggupinya nak,,, kamusudah kami anggap sebagai anak kami..” bibi menambahkan. Akhirnya aku menjawab”baiklah,cukup satu permintaanku. Aku hanya ingin ibu tinggal bersama kami. BibiMori dan Paman Mogi sudah kuanggap sebagai keluarga. Aku ingin semua keluargakubersatu lagi.” aku langsung memeluk erat ibuku,bibi,dan paman secara bersamaan.Akhirnya kami beristirahat dan besok kami kembali ke desa. Aku ijin bibi dan pamanagar tidur bersama ibuku. Semalaman kami bercerita tentang apa yang terjadi selama ini.Kami larut dalam tawa yang juga diselingi dengan tangisan.

            Ini adalah kado terindah dalam hidupku. Aku bersyukur kepada Tuhan yangtelah mempertemukanku dengan ibu kandungku. Masalah lalu biarlah berlalu. Biarkanmenjadi angin yang tak akan kembali di masa kini. Jadikan masa kini lebih indahdaripada sebelumnya.

Prepare for ramadhan

Prepare for ramadhan